Berita

Membangun Tanggung Jawab Bersama: Peran Konselor dan Orang Tua dalam Tindakan
Membangun Tanggung Jawab Bersama: Peran Konselor dan Orang Tua dalam Tindakan

Membangun Tanggung Jawab Bersama: Peran Konselor dan Orang Tua dalam Tindakan

Jakarta, Indonesia, 8 September 2025 — Tanggung jawab besar dimulai dari kebiasaan kecil. Ketika anak-anak menyelesaikan pekerjaan rumah mereka, mengikuti rutinitas belajar, atau menjaga kerapihan ruang mereka, mereka sedang menumbuhkan keterampilan yang akan bertahan seumur hidup. Untuk mempermudah (dan membuatnya lebih menyenangkan) perjalanan ini bagi para orang tua, konselor ternama Sinarmas World Academy’ Ms Lindi, berbagi tips sederhana yang bisa diikuti orang tua di rumah agar tanggung jawab menjadi kebiasaan alami.

Membimbing Bukan Mengawasi

Orang tua sering bertanya-tanya bagaimana cara beralih dari terus-menerus memeriksa pekerjaan rumah menjadi menumbuhkan rasa tanggung jawab pada anak. Alih-alih fokus pada koreksi, Ms Lindi mendorong para orang tua untuk memberikan ruang bagi anak untuk memimpin—bahkan jika itu berarti memberi kesempatan untuk membuat kesalahan.

"Dengan membuat kesalahan, anak-anak belajar bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi, seperti mendapatkan nilai rendah untuk pekerjaan yang tidak lengkap," jelasnya. Pengalaman ini membantu mereka menjadi pembelajar yang lebih bertanggung jawab dan mandiri.

Menyeimbangkan Sekolah, Istirahat, dan Aktivitas

Prestasi tinggi di SWA tidak hanya tentang akademik—prestasi itu dibangun berdasarkan keseimbangan, di mana istirahat dan kesejahteraan sama pentingnya dengan hasil belajar. “Orang tua perlu mengenal kebutuhan, bakat, minat, dan tantangan unik anak mereka terlebih dahulu,” kata Ms Lindi.

Dengan pemahaman tersebut, keluarga dapat membentuk rutinitas yang terstruktur namun fleksibel, sehingga anak dapat tumbuh menjadi pembelajar yang percaya diri dan berkarakter utuh.

Tanggung Jawab Bersama di Rumah

Tanggung jawab di rumah mempersiapkan anak untuk meraih keberhasilan di sekolah. “Ketika anak-anak mengambil tanggung jawab pribadi, seperti mengatur barang-barang mereka sendiri, dan tanggung jawab bersama, seperti membantu pekerjaan rumah tangga, mereka belajar disiplin, manajemen waktu, dan kerja sama,” jelas Ms  Lindi.

Sedikit demi sedikit, pengalaman sehari-hari ini membentuk kebiasaan dan keterampilan yang dibutuhkan anak untuk berkembang, baik di kelas maupun dalam kehidupan.

SWA percaya bahwa tanggung jawab tidak diajarkan dalam satu pelajaran saja; tanggung jawab dijalani setiap hari, baik di dalam maupun di luar sekolah. Dengan bekerja bersama orang tua, SWA memastikan siswa tumbuh sebagai pembelajar sekaligus mengembangkan keterampilan hidup yang dibutuhkan untuk menjadi warga negara yang siap menghadapi masa depan.

Loading Loading